English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 04 Mei 2013

Contoh PTK Bahasa Arab 2 (Penggunaan Media Kartu untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Arab)


PENDAHULUAN 
BAB I

A.           Latar Belakang Masalah.
Perkembangan ilmu pengetahuan pada saat ini khususnya dalam dunia pendidikan dituntut untuk bisa mengembangkan atau memajukan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini pendidikan memiliki  peranan yang sangat penting. Sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan bangsa harus bisa dimunculkan dengan melahirkan  suatu system pendidikan yang berdasarkan filosofis bangsa tersebut. Oleh sebab itu, usaha untuk melahirkan suatu system pendidikan nasioal yang sesuai dengan kondisi Negara yaitu berdasarkan pancasila harus terus dilaksanakan. Terlebih lagi dalam pembelajaran yang menyangakut pelajaran agama.
Dewasa ini mulia kita jumpai adanya kemunduran dalam dunia ilmu pengetahuan. Seperti, adanya pemahaman ilmu yang setengah-setengan yang diterima dan dimilki oleh seorang murid, yang hal ini mungkin disebabkan karena sedikitnya buku yang dipelajari, kurangnya memperhatikan pelajaran yang disampaikan guru serta kurangnya pemahaman siswa terhadap bahasa.
Mata pelajaran Bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran yang isinya mencangkup mata pelajaran membaca, menyimak, berbicara dan menulis.
Kenyataan yang ada dilapangan, mata pelajaran bahasa arab dewasa ini mutunya masih sangat rendah karena belum mencapai target yang diinginkan secara maksimal dan memadai. Hal ini disebabkan oleh kesulitan siswa dalam mempelajari sesuatu yang baru dan asing, selain itu methode yang digunakan dalam proses belajar mengajar masih terpaku pada buku-buku pelajaran dalam suasana formal disekolah. Untuk meningkatkan mutu pelajaran bahasa arab, banyak faktor yang harus dipertimbangkan, diantaranya yaitu dalam hal penyampaian pesan dari sumber melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan atau siswa. Sedangkan methode yang digunakan disekolah dirasakan masih kurang menciptakan suasana kondusif dan menyenangkan bagi siswa untuk dapat mepelajari sesuatu yang baru dan asing. Hal ini menyebabkan siswa secara mentalitas menganggap bahwa Bahasa Arab sebagai pelajaran yang sukar sehingga siwa kurang bergairah dalam belajar, serta mudah lupa terhadap kosa kata yang telah dipelajari karena methode belajar yang hanya terfokus pada buku pelajaran.
Untuk itu perlu diterapkan suatu cara atau alternatif guna mempelajari Bahasa Arab yang kondusif dengan suasana yang cenderung rekreatif sehingga mendorong siswa untuk mengembangakan potensi kreatifitasnya. Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan media. Suparno (1998) mendefinisikan media sebagai suatu alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. Dengan penggunaan media ini diharapkan agar informasi yang dikomunikasikan tersebut dapat diterima dengan mudah. Oleh karena itu media menjadi sangat penting dalam pengajaran bahasa, karena informasi yang dikomunikasikan lewat lambang verbal saja kemungkinan terserapnya materi amat kecil  sebab Informasi yang demikian itu merupakan informasi yang sangat abstrak sehingga sangat sulit difahami.
Salah satu media alternatif yang dapat digunakan dalam pengajran Bahasa adalah media kartu (flash card) karena penggunaan media ini sangat mudah, praktis dan bisa dipelajari setiap saat. Media ini juga sangat efektif untuk melatih keterampilan berbicara secara spontan dan sesuai dengan proses berbahasa yang diyakini merupakan proses ransangan, tanggapan (stimulus respon). (suparno, 1988:20). Adapun efektifitas penggunaan dari methode ini tergantung pada kreatifitas guru tersebut, maka kartu ini hanya sebagai hiasan dinding belaka.
Dengan pendekatan disiplin belajar “Learning Vocabs by cards Everyday”  yaitu mempelajari kosa kata melalui kartu-kartu yang dilakukan setiap hari akan meningkatkan proses pemahaman siswa. Proses ini akan lebih berhasil apabila ditunjang dengan sistem yang rekreatif. Tujuan dari methode ini merupakan sebuah pemenuhan dari penggunaan target bahasa secara komunikatif. Dengan melakukan methode ini, para murid dibiasakan untuk membentuk kebiasaan baru dalam penggunaan Bahasa Arab tanpa adanya pengaruh-pengaruh dari bahasa asli merea. (Freeman,1986:43)
Untuk mepelajari dan memperkaya kosa kata Bahasa Arab, penggunaan media kartu sangat mendukung karena siswa dapat mempelajari dan menghafal kosa kata sedikit demi sedikit secara rutin melalui kartu yang mudah dan penggunaannya yang praktis, dimana guru dapat secara langsung membawa media kedalam kelas dan menyajikannya tanpa terpaku pada buku teks yang ada. Media kartu (flash cards) dapat membantu guru dalam proses belajar bahasa arab khususnya tentang penguasaan dan pemahaman kosa kata. Pengembangan media kartu sebagai media instruksional pada mata pelajaran bahasa arab diharapkan dapat mamberikan pengaruh yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, khususnya dalam peningkatan kemampuan siswa. Selain itu media kartu atau flash cards dapat digunakan dengan cara yang rekreatif, misalnya pada saat proses belajar mengajar berlangsung, guru meberikan kesemapatan pada siswa untuk mengamati kartu yang ditunjukkan satu persatu dan kemudian bagi siswa yang bisa menjawab boleh langsung mengambil kartu-kartu tersebut. dengan sistim permainan ini, akan bisa menciptakan suasana yang menyenangkan bagi siswa dalam mempelajari kosa kata Bahasa Arab.
Berdasarkan pemikiran diatas, maka pengembangan media kartu atau flash cards untuk meningkatkana penguasaan kosa kata bahasa arab pada siswa perlu dilakukan guna mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran. Hasil pengembangan ini diharapkan bisa bermanfaat untuk menguji efektifitas penggunaan media terhadap peningkatan kemampuan berbahasa arab serta mengetahui minat siswa melalui methode alternatif dan variatif ini.


B.            Rumusan Masalah
Dan sehubungan dengan fenomena diatas maka ada dua permasalahan yang akan diajukan dalam penelitian ini yaitu:
Bagaimana penggunaan media kartu dapat meningkatkan kosa kata bahasa Arab pada siswa ?

C.           Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada dua permasalahan diatas maka penelitian ini bertujuan untuk :
Mengetahui cara kerja atau proses penggunaan media kartu yang efektif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kosa kata siswa .
D.           Hipotesis
Dengan  Penggunaan Media Kartu Dapat Meningkatkan pengayaan serta menmbah Kosakata Siswa Kelas kelas VIII di MTs Negeri Kediri II
E.            Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan konstribusi dalam upaya meningkatkan pembelajaran Bahasa Arab di MTsN Kediri II, khususnya pada kegiatan pembelajaran bahasa arab di MTsN Kediri II ini, adapun secara detail kegunaan tersebut diantaranya:
1.      Siswa
Dengan media kartu, siswa denagn mudah untuk menghafal kosa kata dalam bahasa arab beserta denagn penggunaannya  dalam komunikasi sehari-hari.
2.      Guru
Penggunaan media ini, akan dapat mepermudah para guru dalam mengajarkan bahasa arab khususnya untuk para siswa yang masih menempuh pendidikan di tingkat SMP/MTs atau yang sederajat .
3.      Lembaga
Pengguanaan media ini, akan menjadi pijakan dasar untuk lembaga/sekolah dalam kaitannya menentukan kurikulum bahasa arab yang lebih baik.




F.            Sistematika Pembahasan
BAB I     Pendahuluan, pada bab ini memaparkan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, hipotesis penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika pembahasan.
BAB II    Kajian Pustaka, pada bab ini memaparkan tentang pengertian, unsur-unsur, tujuan, kebaikan, kelemahan, dan penggunaan media kartu dalam meningkatkan pengayaan kosa kata siswa.
BAB III Metode Penelitian, pada bab ini memaparkan tentang pendekatan dan jenis penelitian, tahapan penelitian, siklus penelitian, pembuatan instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, pengecekan keabsahan data, indikator kinerja.
BAB IV Paparan Data dan Hasil Penelitian, pada bab ini memaparkan tentang lokasi penelitian dan hasil penelitian yang meliputi penyajian data-data yang diperoleh dari lapangan.
BAB V Penutup, pada bab ini memaparkan tentang kesimpulan dari hasil penelitian serta saran yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan Pendidikan Agama Islam khususnya Bahasa Arab dalam metode pengajarannya.






BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.     Media Pengajaran
Pengertian Media Pengajaran
Media berasal dari bahasa latin “Medium” yang berarti perantara. Dalam kamus ilmuah popular, media berarti perantara (informasi); penengah, wahana ; wadah. Media juga disebut sebagai alat peraga, audio visual, instruksional material atau sekarang ini media lebih dikenal dengan media pembelajaran atau media instruksional. Menurut Ibrahim (19 : 4) media adalah segalah sesuatu yang dapat dipakai untuk memberikan rangsangan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Media pengajaran menurut Hamalik (1989 : 23) adalah alat, method edan tehnik yang digunakan dalam rangka mengaktifkan komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar disekolah. Menurut Abu, Ahmad. (1986:152) Metode mengajar adalah cara guru memberikan pelajaran dan cara murid menerima pelajaran pada waktu pelajaran berlangsung, baik dalam bentuk memberitahukan atau membangkitkan.[1] Adapun Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar adalah upaya dilakukan oleh guru untuk merealisasikan rancangan yang telah disusun baik di dalam silabus maupun rencan pembelajaran. Karena itu pelaksanaan KBM menunjukkan penerapaan langkah-langkah suatu strategi pembelajaran yang di tempuh oleh guru untuk menyediakan pengalaman belajar. Langkah-langkah kegiatan belajar mengajar, dan program-program pembelajaran lintas kurikulum dalam mencapai standart kompetensi hasil belajar bahasa Arab di madrasah Tsanawiyah, mengacu pada pendekatan, prinsip-prinsip KBM dan motivasi belajar, serta cara-cara belajar yang produktif, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Manfaat pengguanaan media didalam kelas sangatlah jelas. Media tidak hanya populer dan menarik pada kalanagan semua mumur utnuk meningkatakan minat dalam mempelajari bahasa, namun juga memunculkan variasi dalam situasi proses belajar mengajar. Dalam menggunakan media guru harus mempertimbangkan usia siswa yang akan disjar. Demikian juga tingkat intelektual, tingkat kemampuan berbahasa, dan latar belakang sosial budayanya. Isi materi pada media tersebut juga harus sesuai dan relevan denagn minat siswa (Yunus, 1981:1). Sadiman juga mengungkapkan bahwa penggunaan media perlu memperhatikan penempatannya agar dapat diamati dengan baik oleh seluruh siswa (1986:203)
Peranan media pembelajaran menurut Sadiman (1986:203) adalah antara lain:
  1. Menghemat waktu proses belajar mengajar
  2. Memudahkan pemahaman
  3. Meningkatkan perhatian siswa
  4. Mempertinggi daya ingat siswa
Selain itu Supadi (1983 : 203) mengutip fungsi media dari ensiklopedia penelitian pendidikan sebagai berikut:
  1. Memperbesar perhatian siswa
  2. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajara karena akan membuat pembelajaran menjadi mantap meletakkan dasar-dasar yang kongkrit untuk berfikir dan mengurangi verbalisme.
  3. Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menimbulkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.
  4. Membantu tumbuhnya pengertian dan kemampuan berbahasa.
  5. Memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain serta keragaman dalam belajar.
Media terbagi atas tiga macam, antara lain: Audio, Visual, Audio-visual.
Media kartu termasuk media visual seperti halnya media gambar dan materi-materi lain yang dapat dilihat. Media kartu termasuk salah satu media sederhana yang dapat dengan efektif membantu proses belajar, terutama belajar bahasa. Dimana dengan adanya kartu yang berisikan tulisan atau gambar-gambar akan meningkatkan minat dan motifasi siswa dalam belajar.
Pada penggunaan media kartu, kita mengenal salah satu model kartu yang populer yaitu “Flashcards”. Flashcard adalah kartu yang berisikan gambar, kata, phrase dan lain-lain,. Kartu ini dikenal dengan nama flash yang berarti secepat kilat, karena penggunaan kartu ini adalah dengan cara memperlihatkan apa yang ada diatas kartu dengan cepat (flash).

B.     Kosa kata dalam bahasa arab
1. Pengertian Kosa kata
Dalam pengajaran suatu bahasa, tidak bisa terlepas dari penguasaan kosa kata (perbendaharaan kata) bahasa tersebut. Demikian halnya dalam pengajaran bahasa arab. Langkah awal dalam memperkenalkan bahasa arab adalah dengan pengenalan kosa kata (mufrodat) terlebih dahulu.
Harmer (1991) menyatakan bahwa dalam memperkenalkan kosa kata kepada murid , ada empat hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1 .Makna kata
2. Penggunaan kata
3. Pembentukan kata
4. Struktur kata
Suatu kata tidak akan lebih berarti tanpa adanya suatu konteks yang melengkapi arti kata tersebut. apabila suatu kata itu berdiri sendiri, maka kata tersebut akan mempunyai arti yang tidak pasti, karena kata-kata dalam bahasa arab banyak mepunyai arti lebih dari satu dalam bahasa indonesia. Untuk itu dalam memperkenalkan kosa kata sebaiknya guru turut memperkenalkan konteks yang berhubungan dengan kata tersebut. selain faham arti kata perkata, murid juga nantinya akan faham arti kata dalam suatu konteks tertentu.
Penggunaan kata ttidak kalah pentingnya untuk diajarkan pada murid. Dengan penggunaan kata yang tepat maka murid akan dapat membentuk suatu komunikasi, setidaknya percakapan yang tepat pula.
Hal yang ketiga adalah pembentukan kata, seperti yang telah kita ketahui bahwa kata dapat berubah, baik arti ataupun strukturnya. Murid haruslah mengetahui perubahan kata itu untuk mendapat pemahaman lebih sempurna terhadap konteks tertentu dalam bahasa arab.
Adapun hal terahir berkaitan dengan pengenalankata-kata dalam bahasa arab adalah struktur kata. Ada berbagai jenis kata dalam bahasa arab, yaitu kata benda (isim ), kata kerja (fi’il) dan kata sifat. Oleh karena itu murid harus faham struktur kata untuk dapat menggunakan dalam kalimat yang benar.
Keempat hal itu tidak bisa dilepaskan dalam proses pengenalan kosa kata bahasa arab. Kata haruslah diperkenalkan dengan baik secara kontekstual, penggunaan dalam kalimat, perubahan dan strukturnya, sehingga murid dapat faham kata tersebut secara lengkap.

2. Tehnik Pengajaran Kosa Kata
Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa pengenalan kata dalam bahasa arab tidak hanya mengenalkan kata tersebut dan menyuruh murid untuk menghafalnya. Akan tetapi diharapkan juga siswa mengetahui, mengerti serta paham suatu kata sehingga mampu mengetahui cara penggunaannya sesuai dengan posisi/kedudukannya.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pengajaran kosa kata menurut Harmer (1991), yaitu:
1.       Pola ajar.
       Ada dua pola dalam pengajaran bahasa yaitu pengajaran aktif dan pasif. Pengajaran aktif tepat digunakan untuk tingkatan murid pemula atau dasar yang memerlikan banyak latihan dan figur guru yang aktif.
sedang pengajaran pasif tepat digunakan utnuk tingkatan menengah atau tingkatan atas. Dengan pengajaran pasif, diharapkan muridlah yang lebih aktif dalam mengolah kata-kata yang telah diberikan.
2.       Hubungan antar kata
       Dalam hal ini murid diharapkan mampu untuk mengolah kata –kata yang telah diberiakn dalam suatu kalimat. Penggunaan dalam kalimat akan lebih memamcu ingatan murid akan arti kata-kata terserbut.
3.       Tehnik pengajaran tertentu
Ada berbagai cara untuk memperkenalkan kata dengan lebih mudah kepada murid yaitu :
a.       Menampilakan realita yang ada, hubungan kata dengan suatu konteks.
b.       Dengan menggunakan gambar yang bersangkutan dengan kata tersebut
c.       Menggunakan bahasa tubuh yang khas untuk menggambarkan/menunjukkan maksud dari suatu kata.

3. Evaluasi pembelajaran.
Setelah serangkaian pengajaran terlaksanakan, maka suatu evaluasi perlu diberikan untuk mengetahui hasil kegiatan pengajaran tersebut. Slamemto (1991) merumuskan adanya tiga tujuan dari evaluasi, yaitu:
  1. Untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program perbaikan bagi murid.
  2. Untuk menentukan angka kemajuan atau hasil masing-masingmurid yang dipakai sebagai pemberian laporan kepada kedua orang tua, penentuan kenaikan tingkat atau status, dan penentuan lulus tidaknya.
  3. Untuk menempatkan murid dalam situasi belajar mengajar yang tepat
Adapun evaluasi yang bisa dilakukan, khususnya terkait dengan pengajaran bahasa adalah:
  1. Tehnik Tes, yang mencangkup:
    1. Tes Verbal
    2. Tes non Verbal
  2. Tes Verbal, yang mencangkup:
    1. Tes Tertulis
    2. Tes Lisan
  3. Tes Tulis, yang mencangkup:
    1. Tes Obyektif
    2. Tes Subyektif
  4. Tes obyektif, yang meliputi:
    1. Tes Isian
    2. Tes Benar Salah
    3. Tes Menjodohkan
    4. tes pilihan ganda
  5. Tes subyektif, yang meliputi:
    1. Jawaban Singkat
    2. Jawaban Luas
Selain itu juga dengan melihat empat komponen utama dalam kegiatan pengajaran bahasa arab, yaitu :

Menyimak

Yaitu dengan melihat kemampuan siswa dalam  menafsirkan berbagai nuasa makna dalam berbagai teks lisan dengan berbagai variasi tujuan komunikasi dan konteks.

Berbicara

Melihat kemampuan siswa dalam mengungkapkan berbagai nuansa makna dalam berbagai teks lisan dengan berbagai variasi tujuan komunikasi dan konteks.

Membaca

Melihat kemampuan siswa dalam memahami berbagai nuansa makna yang di jumpai dalam berbagai teks tertulis dengan variasi tujuan komunikasi, struktur teks dan ciri-ciri bahasanya.

Menulis

Melihat kemampuan siswa dalam mengungkapkan makna secara tertulis sesuai dengan tujuan komunikasinya dengan struktur wacana dan fitur-fitur bahasa yang lazim digunakan dalam budaya bahasa yang digunakan.

C.     Tingkat efektifitas penggunaan media kartu dalam meningkatkan pengayaan kosa kata siswa.
Mempelajari bahasa arab, akan menjadi hal yang kurang menyenangakan. Terlebih lagi jika tidak ada minat dan motivasi dari siswa tersebut, motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan dirasa sangat mendesak.
Tugas guru adalah membangkitkan motivasi anak, sehingga ia mau melakukan belajar. Motivasi dapat tumbuh dari dalam diri individu. (instrinsik) dan dapat pula timbul akibat pengaruh dari luar dirinya (eksternal)
a.       Motivasi Instrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan sendiri. Dalam belajar terkandung tujuan menambah pengetahuan. “intrinsic motivations are inherent in the learning situation and meet pupil need and purposes
b.      Motivasi Ekstrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar diri individu. Apakah karena adanya ajakan, suruhan, paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar.
Untuk dapat membangkitkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab, maka guru hendaknya berusaha dengan berbagai cara. Berikut ini ada beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam rangka menumbuhkan motivasi intrinsik.
1.            Kompetisi (persaingan, guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajar)
2.            Pace making, pada awal KBM guru hendaknya menyampaikan trik pada siswa.
3.            Tujuan yang jelas untuk mencapai pembelajaran
4.            Mengadakan penilaian/tes, pada umumnya siswa mau belajar dengan tujuan mendapat nilai yang baik (Muh Uzer Usman: 1989, 24-25)
5.            Starategi pembelajaran yang berfariasi.
6.            Adanya Media untuk menarik perhatian siswa.
Sebagaimnan pembahasan sebelumnya bahwa penggunaan media sangat membantu keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar, terutama disini penggunaan media kartu yang dikenal dengan flash cards. Pemakaian flash cards dalam proses belajar mengajar bahasa Arab sangatlah berguna karena materi dari flash cards dapat disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan pada siswa. Cara penggunaannya pun dengan cepat dan tangkas, sehingga siswa akan lebih termotivasi untuk mempelajari bahasa Arab dan dapat mempraktekannya dan siswa akan dapat mengingat pelajaran dan kosakata dengan lebih lama, karena dalam praktek penggunaan flash cards mengikut sertakan bukan hanya faktor kognitif dan afektif, namun juga faktor motorik siswa.







BAB III
METODE PENELITIAN
A.      Setting Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat diperoleh dengan menggunakan prosedur statistik atau dengan cara lain dari pengukuran.[2]
Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kegiatan pembelajaran dalam mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran.
Menurut T. Raka Joni dalam F.X Soedarsono penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukannya itu serta memperbaiki kondisi-kondisi di mana praktek-praktek pembelajaran tersebut dilakukan.[3]
Penelitian ini dilaksanakan di MTsN Kediri II yang terletak di Jl. Sunan Ampel No 12 Ngronggo Kodya Kediri 64127. MTsN Kediri II  merupakan salah satu Madrasah Negeri yang berada di Kediri di bawah naungan Departemen Agama. Adapunb Penelitian ini akan difokuskan pada peserta didik kelas VII-E di MTsN Kediri II yang berjumlah 43 siswa (21 siswa dan 22 siswi).



B.      Rencana Tindakan
            Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media flash cards terhadap peningkatan kosakata siswa kelas VIII-E MTsN Kediri II. Sebagai upaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka perlu dirumuskan sekenario penelitian mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai pada evaluasinya.
            Penelitian ini dimulai dengan persiapan peneliti untuk mempersiapkan media flash cards sebelum materi tersebut diberikan dengan menentukan bentuk dan ukuran media flash cards yaitu 15X20 Cm sebanyak 220 buah dengan spesifikasi gambar anggota tubuh, kosakata profesi dan gambar profesi serta kosakata alat-alat sekolah, kemudian peneliti membuat sketsa gambar di kertas manila dengan memberi warna seperlunya setelah media flash cards dibuat maka peneliti mulai untuk melakukan penelitian di kelas dengan membawa beberapa alat lain yang diperlukan dalam proses belajar mengajar seperti penggaris, penghapus, boart marker dan selama pelaksanaannya peneliti dibantu oleh beberapa peneliti lain yang bertindak sebagai observation.
Penelitian ini dilaksanakan selama enam kali pertemuan yang dimulai pada hari Rabu tanggal 23 Februari 2006, adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama enam kali pertemuan tersebut adalah :

   PERTEMUAN 1 :
1.                   Tahap Awal
2.                   Tahap Inti
3.                   Tahap Akhir  
C.      Rencana Perekaman.
            Untuk meperoleh data yang lebih akurat dan agar data yang telah diperoleh tidak hilang maka peneliti melakukan perekaman denagn cara membuat catatan-catatan dari hasil data yang telah diperoleh selama proses penelitian. Tehnika yang dilakukan adalah denagn perekapan hasil nilai setiap pertemuan dalam proses pembelajaran yang berlangsungdengan menggunakan flash card, sedang untuk mengetahui efektifitas penggunaan media flash card maka peneliti barupaya utnuk membandingkan nilai pre-test dan post-tes, dimana soal yang digunakan adalah sama, sehingga hal ini nantinya akan memudahkan peneliti untuk mengetahui efektifitas penggunaan media flash card terhadapa pengajaran kosa kata.

D.      Data dan Cara Pengumpulannya.
            Data yang akurat akan bisa diperoleh ketika proses pengumpulan data tersebut dipersiapkan dengan matang. Dalam penelitian ini akan digunakan beberapa cara untuk mengumpulkan data selama proses penelitian yaitu:
  1. pengamatan partisipatif.
Cara ini digunakan penelikti agar data yang diinginkan bisa diperoleh sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti. Penelitian partisipatrif maksudnya adalah peneliti terlibat langsung dan bersifat aktif dalam turut mengumpulkan data yang di inginkan dan juga peneliti kadang-kadang mengarahkan obyek yang diteliti untuk melaksanakan tindakan yang mengarah pada data yang ingin diperoleh peneliti.

  1. observasi aktifitas kelas
observasi aktifitas kelas dilaksanakan oleh peneliti ketika peneliti mengajar dikelas denagn menggunakan media flash card (observasi secara langsung), sehingga peneliti akan memperoleh gambaran suasana kelas  dan peneliti bisa menentukan media flash card dan cara penyampaiannya yang lebih baik pada pertemuan yang bberikutnya. Hal ini dilakukan dengan merujuk adanya pertimbangan hasil observasi
  1. pengukuran hasil belajar
data yang telah diperoleh dilapangan akan diukur oleh peneliti dengan menggunakan analisa  sebagai perbandingan hasil dari pre-test (sebelum media flash card digunakan) dan dari post test (setelah media flash card digunakan).
Denagn perbandingan peningkatan nilai yang telah ada, maka media flash card ini bisa dibilangberhasil dan sebagai salah satu media pengajaran kosa kata, sehingga hal ini bisa direkomendasikan kepada para pengajar bahasa untuk menggunakan media flash card ketika mengajar kosa kata.








BAB IV
PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN
A.           Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di MTsN Kediri II yang terletak di Jl. Sunan Ampel No.12 Ngronggo Kediri. MTsN Kediri II  merupakan salah satu Sekolah Menengah yang berada di kota Kediri di bawah naungan Departemen Agama. MTsN Kediri II. MTsN Kediri II didukung oleh sumber daya manusia yang cukup memadai dan profesional, dimana MTsN Kediri II, memiliki 63 tenaga pendidik dengan kepala sekolah. Pegawai di MTsN Kediri II sebagian besar mereka adalah lulusan berpendidikan yang tinggi.
Dan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, MTsN Kediri II menyediakan berbagai macam fasilitas yang mendukung proses pendidikan, diantaranya adalah ruang belajar (kelas) yang berjumlah 26 kelas, yitu 9 ruang untuk kelas satu, 9 ruang untuk kelas dua, dan 8 ruang untuk kelas tiga. MTsN Kediri II juga dilengkapi dengan laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium IPA, laboratorium IPS, perpustakaan, musholla, ruang guru, ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, ruang BP, ruang kesenian, organisasi kesiswaan seperti OSIS, UKS, Koperasi Sekolah, Pramuka, PMR, ruang olah raga, dan kamar mandi.
Penelitian ini akan difokuskan pada peserta didik kelas VIII-E di MTsN Kediri II yang berjumlah 43 siswa (21 siswa dan 22 siswi) pada saat mengikuti kegiatan proses belajar-mengajar mata pelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini dilaksanakan oleh guru praktikan selaku penulis laporan ini. Penelti mencoba menerapkan cara yang dianggap mampu untuk meningkatkan pengayaan kosakata bahasa arab pada kegiatan belajar siswa. Salah satu cara pengajarannya adalah dengan cara penggunaan media kartu/flash card. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk mengubah system pengajaran Bahasa Arab yang selama ini monoton menjadi menarik dan diminati oleh siswa.
B.            Hasil Penelitian
Uraian berikut adalah salah satu upaya untuk mendeskripsikan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan. Dengan demikian kita akan mengetahui bahwa penggunaan media kartu dalam pembelajaran bahasa arab dapat meningkatkan pengayaan kosakata bahasa arab siswa kelas VIII-E di MTsN Kediri II.
Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 22 Februari 2006 sampai dengan tanggal 22 Maret 2006 selama 6 kali pertemuan, tiap hari Selasa jam 3-4 di kelas VIII-E. Dengan demikian, praktek untuk mengajar yang dilakukan peneliti hanya berlangsung 6 kali pertemuan (1 pertemuan, observasi kelas, dan 4 pertemuan untuk praktek mengajar) dengan 3 pokok bahasan yaitu bab كيف نصلى (3 X 45 menit dengan 2 kali pertemuan), نتعلّم الحساب (3 X 45 menit dengan 2 kali pertemuan). Dan مكتبة المدرسة   (3 X 45 menit dengan 2 kali pertemuan).

1. Siklus Pertama
a.   Rencana Tindakan Siklus I
Sebagai upaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan optimal, peneliti penggunaan media kartu sebagai salah satu cara  yang dapat melibatkan antara guru dan siswa dan dapat berperan aktif dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Karena jika hanya menggunakan metode-metode klasik seperti metode ceramah ataupun yang lainnya dirasakan kurang diminati jika diterapkan dalam pembelajaran Bahasa arab di kelas VIII E.
Siklus ini terdiri dari satu pokok bahasan, yaitu bab كيف نصلي   (3 X 45 menit dengan 2 kali pertemuan). Sebelum pelaksanaan metode drill pada siklus I, peneliti melakukan perencanaan melalui beberapa tahap persiapan yaitu:
a.    Membuat rencana pembelajaran. 
b.    Membagi materi (كيف نصلي   ) menjadi 4 bagian, yaitu:
محا دثه, تركـيب, قـرأة, كتا بة
c.    Peneliti membagaikan kepada siswa kelas ٍٍVIII E cartu yang berisi gambar untuk dicari dan dihafalkan mufrodat/bahasa arabnya yang terkait dengan pembahasan yang akan dipelajari.
d.   Setelah siswa mengetahui materi pelajaran kemudian siswa menghafal mufrodat dengan mengingat symbol-simbol atau gambar yang ada.
e.    Dengan begitu peniliti dapat melihat kemampuan siswa dalam menghafal kosa kata baru yang disertai dengan symbol atau gambar. Dan ternyata mereka lebih cepat hafal dengan mengingat symbol dan gambar tersebut.

b.  Pelaksanaan Siklus I
Adapun penelitian ini mulai dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2006 yang proses pembelajarannya berlangsung selama 3 X 45 menit, yang meliputi:
Pertemuan I : 2 X 45 menit (Rabu, 22 Februari 2006)
Tahap Awal
a.    Salam pembuka (assalamu’alaikum Wr. Wb.)
b.    Apresiasi dan motifasi.
c.    Pengumpulan tugas minggu lalu (hafalan mufrodat baru)
d.   Presensi siswa.
Tahap Inti
Pre Activity
a.    Peneliti/ guru memberikan stimulus materi BAB I (كيف نصلي   )
b.    Peneliti/ guru membagi cartu pada siswa.
c.    Peneliti/ guru memberi tugas kepada masing-masing kelompok.
Whilst Activity
a.   Peneliti/ guru memberikan instruksi untuk membaca dan menghafal Mufrodat baru tentang كيف نصلي   serta menulisnya dalam waktu beberapa menit. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang disesuaikan dengan materi BAB I serta mempresentasikannya.
b.  Peneliti/ guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pendapatnya, baik dalam bentuk menyanggah ataupun yang lainnya.
Post Activity
a.     Peneliti/ guru mengevaluasi hasil kinerja siswa selama diskusi.
b.    Peneliti/ guru meluruskan permasalahan dan memberikan feed back yang tepat atas permasalahan yang ada.
Tahap Akhir
a.    Peneliti/ guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
b.   Peneliti/ guru memberikan motivasi-motivasi agar para siswa bisa lebih meningkatkan belajarnya.
c.    Peneliti/ guru memberikan informasi mengenai bahasan selanjutnya.
d.   Peneliti/ guru memberi tugas untuk menulis kembali mufrodat baru tenang كيف نصلي   .
e.    Peneliti/ guru menutup pertemuan / salam penutup.

Pertemuan II : 2 X 45 menit (Rabu,01 Maret 2006)
1.    Tahap Awal
a.    Salam pembuka (assalamu’alaikum Wr. Wb.)
b.   Apresiasi dan motifasi.
c.    Pengumpulan tugas minggu lalu (hafalan mufrodat baru)
d.   Presensi siswa.
e.    Peneliti/ guru mengadakan tes untuk hafalan siswa.
f.    Peneliti/ guru menjelaskan secara singkat kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sebagai hasil belajar.
2.    Tahap Inti
Pre Activity
Peneliti/ guru memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi sebelumnya.
Whilst Activity
a.     Peneliti/ guru memberikan kesempatan kepada kelompok yang belum presentasi.
b.     Peneliti/ guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pendapatnya, baik dalam bentuk menyanggah ataupun yang lainnya.
c.     Peneliti/ guru membuka session untuk tanya jawab dengan para siswa.
Post Activity
a.     Peneliti/ guru meluruskan permasalahan dan memberikan feed back yang tepat atas permasalahan yang ada.
b.    Peneliti/ guru mengevaluasi hasil kinerja siswa selama proses belajar-mengajar.
c.     Peneliti/ guru menjelaskan secara detail materi BAB I.
3.    Tahap Akhir
a.     Peneliti/ guru memberi kesempatan kepada siswa untuk betanya.
b.    Peneliti/ guru menyuruh kepada siswa untuk mempelajari materi selanjutnya
c.     Peneliti/ guru memberikan motivasi-motivasi agar para siswa bisa lebih meningkatkan belajarnya.
d.    Peneliti/ guru menutup pertemuan / salam penutup.

c.   Observasi Siklus I
Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, peneliti di sini selain bertindak sebagai guru, peneliti juga bertindak sebagai observer yang mencatat lembar pengamatan pada lembar observasi prilaku siswa. Hasil pengamatan pada tahap I, kegiatan siswa sudah cukup bagus, siswa terlihat lebih antusias dalam memperhatikan pelajaran, karena pelajaran yang didapatkan akan lebih menyenangkan dari biasanya karena dengan didukung hafalan mufrodat yang ada sehingg dalam mengikuti pelajaranpun sangat bersemangat.
Memasuki tahapan II, siswa lebih antusias dan lebih aktif dalam belajarnya, hal ini terlihat dari kegiatan siswa dalam proses pembelajaran. Mayoritas siswa dapat memahami dan hafal tentang mufrodat baru tentang كيف نصلي   serta bersemangat dalam mendemonstrasikannya. Namun ada sebagian kecil siswa yang sedikit dapat membaca memahami tentang كيف نصلي   dan siswa sangat aktif untuk bertanya.
Setelah siswa menggunakan media kartu, langkah selanjutnay siswa diberi soal post test untuk mengetahui tingkat hafalan dan kefahaman siswa dalam menerima pelajaran yang telah disampaikan.
d.  Refeleksi Siklus I
Tujuan peneliti menggunakan media kartu adalah untuk meningkatkan pengayaan kosakata bahasa arab (mufrodat) dalam belajar bahasa arab pada siswa, agar proses pembelajaran bahasa arab dapat dirasakan efektif oleh siswa. Khususnya pada kelas VIII-E MTsN Kediri II, yang mana hal ini tidak terlepas dari kebiasaan siswa dalam belajar yang dialaminya selama ini. Untuk menyingkapi kenyataan diatas, maka diambil langkah-langkah:
1.       Memperhatikan peningkatan siswa yang berminat menulis, menghafal mufrodat-mufrodat bahasa arab serta Memahami bacaan-bacaannya, maka perlu diberikan cara yang lebih efektif dan efisien, yaitu dimulai menghafal atau siswa mempunyai hafalan mufrodat tentang bab yang akan dipelajari.
2.    Sebagian kecil siswa yang kurang hafal mufrodat-mufrodat baru, masih merasa kesulitan untuk membaca, menulis, maka harus diberikan waktu tersendiri untuk melakukan hafalan.



2. Siklus Kedua
a.    Rencana Tindakan Siklus II
Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pembelajaran, peneliti menggunakan media kartu yang nantinya akan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Arab.
Sebelum pelaksanaan media kartu pada siklus II, peneliti melakukan perencanaan melalui beberapa tahap persiapan yaitu:
a.       Membuat rencana pembelajaran. 
b.      Membagi materi (كيف نصلي   ) menjadi 4 bagian, yaitu:
a.       محا دثه, تركـيب, قـرأة, كتا بة
c.       Peneliti membagaikan kepada siswa kelas ٍٍVIII E cartu yang berisi gambar untuk dicari dan dihafalkan mufrodat/bahasa arabnya yang terkait dengan pembahasan yang akan dipelajari.
d.      Setelah siswa mengetahui materi pelajaran kemudian siswa menghafal mufrodat dengan mengingat symbol-simbol atau gambar yang ada.
e.       Dengan begitu peniliti dapat melihat kemampuan siswa dalam menghafal kosa kata baru yang disertai dengan symbol atau gambar. Dan ternyata mereka lebih cepat hafal dengan mengingat symbol dan gambar tersebut.
b.  Pelaksanaan Siklus II
Dengan tetap menggunakan media kartu maka tahapan pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Pertemuan I : 2 X 45 menit (Rabu, 08 Maret 2006)
1.    Tahap Awal
a.    Salam pembuka (assalamu’alaikum Wr. Wb.)
b.    Apresiasi dan motifasi.
c.    Pengumpulan tugas minggu lalu (hafalan mufrodat baru)
d.   Presensi siswa.
e.    Peneliti/ guru mengadakan tes untuk hafalan siswa.
f.      Peneliti/ guru menjeaskan secara singkat kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sebagai hasil belajar.
2.    Tahap Inti
Pre Activity
a.    Peneliti/ guru memberikan stimulus materi BAB II (نتعلم الحسا ب)
b.    Peneliti/ guru memberi tugas kepada masing-masing kelompok.
Whilst Activity
a.    Peneliti/ guru memberikan instruksi untuk membaca dan menghafal lafal-mufrodat baru tentang نتعلم الحسا ب dalam waktu beberapa menit. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang disesuaikan dengan materi BAB II serta mempresentasikannya.
b.    Peneliti/ guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pendapatnya, baik dalam bentuk menyanggah ataupun yang lainnya.
Post Activity
a.    Peneliti/ guru mengevaluasi hasil kinerja siswa selama proses belajar-mengajar.
b.    Peneliti/ guru meluruskan permasalahan dan memberikan feed back yang tepat atas permasalahan yang ada.
3.    Tahap Akhir
a.    Peneliti/ guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
b.    Peneliti/ guru memberikan motivasi-motivasi agar para siswa bisa lebih meningkatkan belajarnya.
c.    Peneliti/ guru memberikan informasi mengenai bahasan selanjutnya.
d.   Peneliti/ guru memberikan tugas untuk menulis kembali tentang mufrodat-mufrodat baru نتعلم الحسا ب  yang ada di buku paket.
e.    Peneliti/ guru menutup pertemuan/ salam penutup.

Pertemuan II : 2 X 45 menit (Kamis, 15 Maret 2006)
1.   Tahap Awal
a.    Salam pembuka (assalamu’alaikum Wr. Wb.)
b.    Apresiasi dan motifasi.
c.    Pengumpulan tugas minggu lalu (hafalan mufrodat baru)
d.   Presensi siswa.
e.    Peneliti/ guru mengadakan tes untuk hafalan siswa.
f.      Peneliti/ guru menjelaskan secara singkat kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sebagai hasil belajar.
2.   Tahap Inti
Pre Activity
Peneliti/ guru memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar materi sebelumnya.
Whilst Activity
a.    Peneliti/ guru memberikan kesempatan kepada kelompok yang belum presentasi.
b.    Peneliti/ guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pendapatnya, baik dalam bentuk menyanggah ataupun yang lainnya.
c.    Peneliti/ guru membuka session untuk tanya jawab dengan para siswa.
Post Activity
a.    Peneliti/ guru meluruskan permasalahan dan memberikan feed back yang tepat atas permasalahan yang ada.
b.    Peneliti/ gruru mengevaluasi hasil kinerja siswa selama proses belajar-mengajar.
c.    Peneliti/ guru menjelaskan secara detail materi BAB II.
3.   Tahap Akhir
a.    Peneliti/ guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
b.   Peneliti/ guru memberikan motivasi-motivasi agar para siswa bisa lebih meningkatkan belajarnya.
c.    Peneliti/ guru menutup pertemuan/ salam penutup.

c.   Observasi Siklus II
Setelah diadakan perbaikan-perbaikan terhadap hasil yang didapat pada siklus I. kegiatan siswa dalam proses belajar-mengajar lebih bagus lagi, karena ada kemajuan pada siswa tentang banyak dan kuatnya hafalan mufrodat bahasa arab. Dari hasil pengamatan, diperoleh bahwa siswa cukup antusias dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar, dan siswa bertambah aktif untuk bertanya. Dan juga siswa mengalami peningkatan dalam ketepatan dan kecepatan menghafal mufrodat-mufrodat baru tentang نتعلم الحسا ب .
Dalam peningkatan prestasi belajar siswa yang merupakan hasil akhir dari pembelajaran menggunakan media kartu, yaitu dapat dilihat pada hasil nilai akhir ulangan harian siswa.
d.   Refleksi Siklus II
Dari kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung dengan menggunakan media kartu, maka tujuan pembelajaran yaitu untuk meningkatkan pengayaan kosakata dalam belajar siswa dan untuk lebih aktif, kreatif dalam proses belajar-mengajar.
Dari hasil observasi pada siklus II, maka langkah yang akan diambil:
a.       Pemahaman dan ketaatan siswa menunjukkan bahwa penggunaan media kartu harus terus diterapkan kepada siswa untuk lebih mempermudah siswa dalam menghafalkan mufrodat/kosakata bahasa arab sehingga dapat dimengerti secara mendalam makna yang terkandung dalam materi yang disampaikan.
b.       Menjaga agar kualitas belajar yang sudah berjalan berkembang lebih baik dan tetap terpelihara.










BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.     KESIMPULAN
Dari paparan data diatas dapat diketahui bahwa, efektifitas penggunaan media pembelajaran berupa flash card dapat meningkatkan pengayaan kosa kata siswa MTsN Kediri II. Hal ini dapat diketahui dengan adanya peningkatan terhadap nilai pre-test dan post-test terhadap dua kelompok eksperimental. selanjutnya diambil benang merah kesimpulan yang dapat meringkas penjelasan diatas, diantaranya adalah:
  1. Untuk dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap kosa kata bahasa arab perlu menggunakan media yang cocok dan  kreatif.
  2. Media flas carad, adalah salah satu media kreatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tangkap siswa dalam menguasai kosa kata khususnya pada pelajaran bahasa (bahasa arab).
  3. Respon atau minat siswa terhadap bidang study bahasa arab bisa dirangsang dengan beberapa methode pembelajaran yang menarik dan efisien.

B.     SARAN
Selaku penulis sekaligus pengamat dalam hal ini, ada beberapa saran yang sifatnya konstruktif yang bisa kami beriakn demi kemajuan dan perkembangan bahasa arab dilembaga pendidkan ini. Adapun saran-saran yang dapat diberikan adalah :
  1. Agar guru mempersiapkan pembelajaran bahasa arab yang kreatif, agar siswa tidak merasa monoton dalam belajar bahasa arab. Akan tetapi merasa bersemangat dan senang terhadap metode atau cara yang disampaikan.
  2. Agar para staf pendidik khususnya pengajar dilembaga pendidikan terkait dapat meyakinkan para siswa didiknya khususnya dalam belajar bahasa arab bukanlah pembelajaran yang sangat melelahkan dan membosankan


















[1] Abu, Ahmad. 1986. Metode Khusus Pendidikan Agama. Bandung: CV Amrico, hal: 152

[2] Anselm,dkk, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif (Prosedur, Tehnik danTeori Grounded), 1997. Penyadur Junaidi Ghony, P T Bina Ilmu, hlm. 11
[3] Soedarsono, F.X, AplikasiPenelitian Tindakan Kelas. Departemen Pendidikan Nasional, hlm. 2

4 komentar: